Home / Pemerintah

Selasa, 18 Juni 2019 - 10:17 WIB

Bupati Safrial menjadi Nasasumber FGD Revitalisasi Kemitraan Program Prukades di Jakarta

JAKARTA.GenJambi.com – Bupati Safrial menjadi narasumber di Focus Group Discussion Revitalisasi Kemitraan Program Prukades (Produk Unggulan Kawasan Pedesaan) di Aula Grand Sahid Jaya – Jakarta, Selasa (18/6/2019)

SafrIal menjadi Narasumber dalam Peran kepala daerah dalam mensukseskan kemitraan program desa Makmur peduli api dengan mengembangkan potensi kompos sebagai produk unggulan kawasan pedesaan.

Pada kesempatan tersebut bupati menyampaikan gambaran umum kabupaten Tanjung Jabung Barat yang terletak di pesisir pantai timur Provinsi Jambi.

“Potensi wilayah kabupaten Tanjab Barat merupakan kawasan strategis dari sudut ekonomi, kepentingan sosial dan budaya, serta lingkungan,” terangnya.

READ NEW  Pemkab Tanjab Barat Serahkan Sembako Dan Kartu Berobat Gratis

Potensi lain seperti perkebunan seperti kelapa dalam (54.737 ha), kelapa sawit (63.554 ha), kopi (2.873 ha) dan potensi alam berupa bakau dan gambut. 

Safrial menyampaikan program peduli api dengan menggalakkan kelompok-kelompok masyarakat.

“Kita buat kelompok masyarakat peduli api, seperti Satgas KARHUTLA di tiap Kecamatan (Terdiri dari Unsur Muspika), Pos Pemadam Kebakaran di dua Kecamatan Tungkal Ilir dan Pengabuan,  DESTANA (Desa Tangguh Bencana), SIGAHKAR (Siaga Pencegahan Kebakaran),” katanya.

Sementara untuk potensi produk unggulan kawasan pedesaan (Purkades) seperti Pupuk Kompos dari Limbah Sawit, memenuhi kebutuhan kompos dari Perusahaan HTI sebesar 15.000 s.d 18.000 ton per bulan. 

READ NEW  BEM Hukum Unbari Gelar Buka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan.

Lokasi yang menjadi Prukades dengan produk unggulan terdiri dari Kompos berada di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

“Dari sembilan desa yang berada di Tebing Tinggi yang ditetapkan tiga desa sebagai kawasan kompos, yaitu Desa Dataran Kempas, Desa Delima, dan Desa Purwodadi,” terangnya.

Kedepannya kompos akan dibuat dalam bentuk granular lebih (butiran / biji) memudahkan pemasaran karena lebih diminati. Membuat kemasan standar untuk dijual di pasar umum atau pasar rakyat. 

READ NEW  1 PDP Tanjabbar Dinyatakan Positif Terkena Virus. Ketua Gugus : Belum Tau Virus Covid Atau Bukan

Produksi perbulan 3.200 ton, harga dasar Rp1.135, – per kilo maka omset perbulan dari prukades kompos adalah 3,6 Milyar per bulan atau 43,2 Milyar Pertahun PAD (Pendapatan Asli Desa) di APBDes Tahun 2018, Desa Dataran Kempas sebesar Rp. 73 Juta, Sementara desa Delima sebesar Rp. 135 Juta

Dengan Prukades Kompos berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat dengan menurunnya angka kemiskinan. 

Sejak dimulainya usaha produksi kompos 6 oktober 2016) lalu memiliki dampak sosial terhadap angka kriminal pencurian tandan sawit  di kawasan prukades menjadi berkurang bahkan tidak ada. (Tim redaksi)

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Bupati Sampaikan Kebutuhan Dasar Pada Penyampaian Nota Keuangan dan Raperda Tentang Perubahan APBD Tahun 2019

Pemerintah

Pj. Sekda Yon Heri Hadiri Peringatan HBA ke 59

Daerah

Wabup Amir Sakib Hadiri Sertijab Kalapas Kelas II B Kuala Tungkal

Daerah

4 Orang Positif Corona di Jambi, Johansyah : Pasien Berasal Dari Bungo, Tebo, Kerinci

Pemerintah

Fraksi – Fraksi DPRD Apresiasi Capaian WTP Pemkab Tanjab Barat

Pemerintah

Kesbangpol Tanjabbar Menggelar Bimtek Penyaluran Bantuan Keuangan Parpol

Daerah

Pemkab Tanjabbar Akan Rapat Soal Status Daerah, Kemungkinkan Akan di Tingkatkan Tangap Darurat Covid 19

Daerah

Darurat Covid 19, Kelulusan dan Kenaikan Siswa Siswi Tergantung Kebijakan Sekolah.