Tanjabbar.Genjambi.ID – Kekerasan Seksual yang terjadi di area balai adat kecamatan merlung menjadi perhatian ketua fraksi PDI perjuangan tanjung jabung barat.
Hal tersebut disampaikan dudi purwadi selaku ketua fraksi PDI perjuangan tanjung jabung barat saat rapat paripurna ketiga dprd tanjung jabung barat. (24/8/2026)
Dudi purwadi menyoroti bangunan balai adat merlung yang terbengkalai tersebut karena sudah berapa kali dalam rapat dirinya sudah menyampaikan bahwa balai adat merlung tersebut sudah tidak terawat lagi dan juga lampu penerangan nya tidak ada.
“Sangat memprihatinkan gedung balai adat yang di bangun di kecamatan merlung ini menjadi tempat untuk berbuat asusila.” Ucap dudi
Dudi mengatakan ini menjadi tamparan bagi pemerintah dan lembaga adat karena gedung ini dibangun tapi tidak ada berfungsi.
Menurutnya, balai adat merupakan bagian penting dari identitas budaya dan sejarah masyarakat tanjung jabung barat yang perlu mendapat perhatian serius.
Ia mendorong agar kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, sehingga fasilitas adat dapat kembali dimanfaatkan dan dirawat dengan baik untuk kepentingan masyarakat.
“Tentunya kita minta pemerintah bergerak cepat karena balai adat ini adalah aset pemda. Kita tidak ingin kejadian kejadian seperti ini terulang lagi apalagi di tempat balai adat.” Ucapnya
(wis)









