Home / Daerah / Ekonomi / Energi / Pemerintah

Minggu, 15 Maret 2026 - 10:10 WIB

Edi Purwanto Soroti Maskapai Garuda Indonesia

Jakarta.Genjambi.IDTingginya harga tiket pesawat maskapai nasional kembali menjadi sorotan di tengah kondisi keuangan perusahaanyang masih berdarah-darah.

Anggota Komisi V DPR RI dari DaerahPemilihan Jambi, Edi Purwanto menilai, situasi yang terjadi pada maskapai pelat merah Garuda Indonesia menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat.

Peta

Pasalnya, hingga September 2025, Garuda Indonesia tercatat masih membukukan kerugian sekitar Rp2,39 triliun. Ironisnya, di saat perusahaan terus merugi, harga tiket yang ditawarkan justru dinilai jauh lebih mahal dibandingkan maskapai swasta.

READ NEW  Resmi dibuka Bupati Tanjab Barat, Hamdani : Junjung Tinggi Suportifitas

Kondisi ini membuat banyak penumpang memilih beralih ke maskapai lain yang menawarkan harga lebih terjangkau.

“Ini menjadi pertanyaan besar. Maskapai milik negara terus merugi, tetapi harga tiketnya justru lebih mahal dibandingkan maskapai swasta yang bisa menjalankan bisnisnya dengan baik,” kata Edi Purwanto.

Menurutnya, keberadaan maskapai milik negara seharusnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata. Sebagai perusahaan yang didukung negara, Garuda juga memiliki tanggung jawab pelayanan publik kepada masyarakat.

READ NEW  Tanjab Barat Kebut Serapan Anggaran APBD, Target Akhir Tahun Selesai 100 Persen

Edi menegaskan, masyarakat secara tidak langsung turut menanggung keberlangsungan perusahaan tersebut melalui pajak dan dukungan negara. Karena itu, wajar jika publik berharap adanya kebijakan harga yang lebih berpihak pada rakyat.

“Rakyat ikut menanggung keberadaan perusahaan ini. Jadi wajar kalau masyarakat berharap tiket pesawat bisa lebih terjangkau,” jelasnya.

Ia bahkan menyoroti contoh harga tiket yang dinilai sangat tinggi di sejumlah rute. Untuk penerbangan menuju Jambi, harga tiket kelas bisnis bisa mencapai sekitar Rp11 juta.

READ NEW  H. Abdullah : TNI Telah Banyak Membantu Saat Pandemi

Sementara untuk rute Sorong, harga tiket bahkan disebut bisa menembus Rp21 juta.

Menurut Edi, kondisi ini menjadi ironi di tengah harapan masyarakat yang ingin bepergian dengan lebih mudah, terutama menjelang momentum penting seperti mudik Lebaran.

“Momentum seperti Lebaran seharusnya menjadi waktu bagi masyarakat untuk merasakan kemudahan dan kebahagiaan berkumpul dengan keluarga, bukan justru terbebani oleh harga tiket yang melonjak tinggi,” pungkasnya (*/tim)

Share :

Baca Juga

Daerah

Ruang Isolasi RSUD Daud Arif Belum Siap Digunakan Pasien Covid-19

Daerah

Hadiri Upacara Hari Bhayangkara, H. Abdullah : Terima Kasih Polri

Daerah

Tanjabbar Sumbang 3 Atlet Ikuti PON 2021 Di Papua

Daerah

Bawaslu Tanjabbar Menggelar Sosialisasi Pemilu Partisipasif Kilas Balik Pelanggaran Tahun 2019

Daerah

Akan Gelar Musda Dan Pelantikan, KAHMI Tanjab Barat Silahturahmi ke Sekda

Daerah

Rapat Internal AKD, Jamal Darmawan Jabat Ketua Badan Kehormatan DPRD Tanjab Barat

Daerah

Hari Terakhir Reses, Hamdani : Aspirasi Masyarakat Akan Saya Kawal Dan Perjuangkan

Daerah

Sekolah Di Tanjab barat Sudah Mulai Belajar Tatap Muka