Home / Daerah / Ekonomi / Energi / Pemerintah

Minggu, 15 Maret 2026 - 10:10 WIB

Edi Purwanto Soroti Maskapai Garuda Indonesia

Jakarta.Genjambi.ID – Tingginya harga tiket pesawat maskapai nasional kembali menjadi sorotan di tengah kondisi keuangan perusahaanyang masih berdarah-darah.

Anggota Komisi V DPR RI dari DaerahPemilihan Jambi, Edi Purwanto menilai, situasi yang terjadi pada maskapai pelat merah Garuda Indonesia menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat.

Peta

Pasalnya, hingga September 2025, Garuda Indonesia tercatat masih membukukan kerugian sekitar Rp2,39 triliun. Ironisnya, di saat perusahaan terus merugi, harga tiket yang ditawarkan justru dinilai jauh lebih mahal dibandingkan maskapai swasta.

READ NEW  Kapolres Tanjabbar : Tidak Ada Toleransi Untuk Pemain Narkoba

Kondisi ini membuat banyak penumpang memilih beralih ke maskapai lain yang menawarkan harga lebih terjangkau.

“Ini menjadi pertanyaan besar. Maskapai milik negara terus merugi, tetapi harga tiketnya justru lebih mahal dibandingkan maskapai swasta yang bisa menjalankan bisnisnya dengan baik,” kata Edi Purwanto.

Menurutnya, keberadaan maskapai milik negara seharusnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata. Sebagai perusahaan yang didukung negara, Garuda juga memiliki tanggung jawab pelayanan publik kepada masyarakat.

READ NEW  DPC PDI Perjuangan Tanjab Barat Mantapkan Mesin Partai Persiapan Pemilu 2029

Edi menegaskan, masyarakat secara tidak langsung turut menanggung keberlangsungan perusahaan tersebut melalui pajak dan dukungan negara. Karena itu, wajar jika publik berharap adanya kebijakan harga yang lebih berpihak pada rakyat.

“Rakyat ikut menanggung keberadaan perusahaan ini. Jadi wajar kalau masyarakat berharap tiket pesawat bisa lebih terjangkau,” jelasnya.

Ia bahkan menyoroti contoh harga tiket yang dinilai sangat tinggi di sejumlah rute. Untuk penerbangan menuju Jambi, harga tiket kelas bisnis bisa mencapai sekitar Rp11 juta.

READ NEW  Amir Sakib Sampaikan Nota Keuangan Tanggapan Bupati Atas Pandangan Umum APBD Perubahan 2019

Sementara untuk rute Sorong, harga tiket bahkan disebut bisa menembus Rp21 juta.

Menurut Edi, kondisi ini menjadi ironi di tengah harapan masyarakat yang ingin bepergian dengan lebih mudah, terutama menjelang momentum penting seperti mudik Lebaran.

“Momentum seperti Lebaran seharusnya menjadi waktu bagi masyarakat untuk merasakan kemudahan dan kebahagiaan berkumpul dengan keluarga, bukan justru terbebani oleh harga tiket yang melonjak tinggi,” pungkasnya (*/tim)

Share :

Baca Juga

Daerah

BWSS Pronvinsi Jambi Siap Berkodinasi Terkait Luapan Aliran Sungai di Tiga Kecamatan

Daerah

Dirut RSUD KH Daud Arif Bantah Ada Pasien PDP

Daerah

Breaking News!! Muntah Darah, Wanita Muda Asal Kuala Tungkal Meninggal

Daerah

Pemkab Tanjabbar Bersama SKK Migas Resmikan Pembangunan 3 Aula Pondok pesantren

Daerah

PMA Dan PMDN di Kabupaten Tanjabbar Alami Peningkatan

Daerah

Pemkab Tanjab Barat Akan Gelar Kegiatan Tabligh Akbar Peringati Maulid Nabi Muhammad Dan Hari Santri

Daerah

Suasana Malam Tahun Baru di Kuala Tungkal Sepi

Daerah

Masa Berlaku Paspor ABK Kapal PT BSP Habis, Imigrasi Kuala Tungkal Berikan Sanksi