Home / Daerah

Sabtu, 6 Maret 2021 - 16:04 WIB

Rumah Dinas Belum Ditempati, Ketua KNPI Tanjabbar : Bupati Bilang Perabotan Dan Tempat Tidur Masih Belum Ada

Tanjabbar.Genjambi.ID – Ketua KNPI Tanjab Barat, Dadang Ginanjar merasa aneh dan sangat menyayangkan meskipun Ust. Anwar Sadat (UAS) sudah seminggu dilantik sebagai Bupati Tanjab Barat, masih belum bisa tinggal di rumah dinas (rumdis). Hal ini disampaikannya setelah KNPI bersilaturahmi dengan Bupati dan Wakil Bupati.

READ NEW  Gelar Rapat Perdana Bersama PAC, Dudi : Memperkuat Kesiapan Struktural Partai

Dalam keterangannya kepada media sabtu (6/3/21), terungkap bahwa Bupati masih belum bisa menempati rumah dinas karena masih kosong dan tidak ada perabotan seperti tempat tidur.

“Saat silaturahmi Bupati cerita masih tidur di rumah Ayah, karena di rumah dinas perabotan seperti tempat tidur aja masih belum ada,” ujar Dadang.

Menurut Ketua KNPI seharusnya begitu Ust. Anwar Sadat dilantik semua sudah beres. Bupati tinggal menempati rumah dinas. “Yang menjadi pertanyaan kemana inventaris di rumah dinas, masa perabotan vital seperti kasur ga ada. Kalaupun diganti dengan yang baru seharusnya sudah dipersiapkan dari jauh hari,” sesalnya.

“Semoga saja semua perlengkapan yang di butuhkan di rumah dinas segera dilengkapi dan Bupati bisa menempati rumah dinas. Ini sangat memalukan,” tutupnya.

(Wis)

READ NEW  Dampak Corona, Pengadilan Negeri Kuala Tungkal Mulai Lakukan Sidang Online

Share :

Baca Juga

Daerah

Masyarakat RT 20 BTN Permata Hijau Akan Laksanakan Pemilihan, Berikut Kandidatnya

Daerah

Sekelompok Anak Muda di Tanjab Barat Deklarasikan Ganjar Presiden 2024

Bencana

Peduli Korban Kebakaran Parit 1, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tanjab Barat Serahkan Bantuan

Daerah

Breakingnews!! Longsor Hantam Rumah Warga di Kecamatan Senyerang

Daerah

Kegiatan Upacara Bendera Ditanjabbar Dibatasi

Daerah

PKS Tanjab Barat Gelar Aksi Turun Kejalan Tolak Kenaikan BBM

Daerah

Pasca Lebaran, Harga Sembako di Sejumlah Pasar Kuala Tungkal Mengalami Naik dan Turun

Daerah

Sosial Distacing, Jadi Alasan Perindag Tanjabar Hentikan Operasi Pasar Murah