Home / Daerah

Rabu, 30 Juni 2021 - 13:24 WIB

Webinar Literasi Digital Seri 3 Tanjab Barat Beri Pencerahan tentang Pendidikan Agama Untuk Anak di Era Digital

Tanjabbar.Genjambi.ID – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kab. Tanjab Barat Seri 3 bergulir rabu, 30 juni 2021 pukul Sembilan pagi, bertajuk Kebebasan Pendidikan Agama Untuk Anak di Era Digital

Pada webinar seri 3 yang menyasar target orang tua dan tenaga pendidik sukses dihadiri ratusan peserta daring. Hadir dan memberikan materinya secara virtual, para Narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Dr. Komaruddin, MA; Fitria Widi Waluya SP; Drs. Machfudz, M.Ud, dan Dr. Heru Setiawan, S.Pd.I M.Pd.I. Content Creator dan MC Erisa Fadhila bertindak sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya.

Pada Sesi pertama, Dr. Komaruddin menjelaskan tentang pentingnya Pendidikan Agama pada anak di era digital. Menurutnya di era digital ini orang tua harus adaptif dengan mendownload berbagai fitur-fitur dan aplikasi agama di gadget. Komaruddin juga memaparkan bagaimana Alquran mengajarkan pendidikan agama anak lewat surat Lukman 13-19.

READ NEW  Dirut RSUD KH Daud Arif Bantah Ada Pasien PDP

Giliran pembicara kedua, Fitria Widi Waluya mengenalkan tentang Keamanan Digital bagi anak. Disampaikannya di era digital ini anak berpotensi terkena cybercrime. Selama pandemi kejahatan siber meningkat pesat termasuk terhadap anak. Orang tua haris waspada bahaya pelecehan seksual pada anak, seperti chat yg aneh di medsos. Kejahatan digital lainnya yang harus diwaspadai terhadap anak adalah cyberbullying

Tampil sebagai pembicara ketiga, KH. Machfudz membahas tentang Tantangan orang tua dalam mewujudkan moderasi agama di era digital. Disampaikan ketua PC NU Tanjab Barat tersebut sangat berat permasalahan yang dihadapi orang tua dalam mengasuh anak di era digital ini. Menurutnya perkembangan teknologi tidak bisa dihindari jadi orang tua harus bijak dan cermat dalam membimbing anak.

READ NEW  Sempat Dinyatakan Hilang, Nur Asiah Ditemukan Dengan Kondisi Lemah

Pembicara keempat, Heru Setiawan mengangkat tema Cara menanamkan moderasi beragama terhadap generasi milenial di era digital. Menurutnya generasi milenial bisa memanfaatkan media sosial dalam memperoleh dan menyebarkan nilai-nilai islam moderat. Generasi milenial juga harus dilibatkan dalam kegiatan riil yang positif di tengah masyarakat. Kuncinya adalah komunikasi yang baik antara anak dan orang tua.

Erisa Fadhila sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini, menyampaikan pendidikan agama adalah benteng utama dalam melindungi anak. Menurutnya para content creator juga memperbanyak konten-konten positif di media sosial.

READ NEW  Lantik Majelis Pembimbing dan Pengurus Saka Bakti Husada, Ini Pesan Sekda Tanjabbar

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber lewat kolom chat.

Aidhi Zulham salah satu peserta webinar bertanya tentang Apa tips mendidik anak yang punya kemampuan menggunakan gadget lebih dibandingkan orang tua dan tips orangtua yang keduanya bekerja sehingga fungsi kontrol anak sangat berkurang. Dijawab KH Machfudz intinya adalah penanaman akidah sejak dini kepada anak. Misalnya ketika membuka gadget awali dengan Bismillah dan selesai diakhiri Hamdalah.

Ada 10 penanya kepada masing-masing narasumber yang mendapat doorprize berupa e-money. Sementara 4 penanya terpilih diberi kesempatan bertanya secara langsung kepada narasumber.

(wis)

Share :

Baca Juga

Daerah

Ketua Gerbang Tani Tanjabbar Minta Pemkab Carikan Solusi Terkait Beras Di Senyerang

Daerah

Seorang Jurnalis di Tanjab Barat Diserang OTK

Daerah

Meski Tidak Terpilih Jadi Ketua DPRD, Hamdani Siap Berkolaborasi Demi Partai

Daerah

Fraksi PDI Perjuangan Tanjab Barat Sepakati Pembahasan 4 Raperda Inisiatif

Daerah

Sinergi Polres Tanjab Barat dan MUI Tanjab Barat untuk Wujudkan Pemilu 2024 Aman dan Damai

Daerah

Seorang Anak di Pengabuan Tega Habisi Nyama Kedua Orang Tua

Daerah

Viral!! Lagu ‘Lelah’ dari Musisi Tanjabbarat

Daerah

Bawaslu Bantah Nama-Nama Panwascam yang Beredar, Hadi : Yang Beredar Itu Bukan Berasal dari Kami